RITUAL MEPARAMISI PENGAMBILAN AIR SUCI DI MAKAM SANGIA NIBANDERA

Hadir dalam acara Ritual Meparamisi ini Wakil Bupati Kolaka H.Muh.Jayadin, SE.,ME di dampingi Sekretaris Daerah Kolaka Drs. H. Poitu Murtopo, M. Si, Raja Bokeo, Anggota DPRD, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat serta Pemerintah Kecamatan Wundulako yang dilaksanakan di Makam Sangia Nibandera Kolaka, Jum’at (11/3/2022).

Sekretaris Daerah Kolaka Drs. H. Poitu Murtopo, M.Si pada acara pengambilan air yang di anggap suci di tempat yang sakral yang ada di Makam Leluhur Sangia Nibandera, yang mana air ini nantinya akan dibawa ke Kalimantan Timur dalam rangka peresmian Ibu Kota Negara.

Pelaksanaan acara ini akan dilaksanakan secara ritual dalam rangkaian adat budaya kerajaan tolaki mekongga.

Wakil Bupati Kolaka menyampaikan prosesi ritual meparamisi atau permohonan izin kepada leluhur di Makam Sangia Nibandera.
Pengambilan air yang di anggap suci di Makam Sangia Nibandera tidak serta merta di ambil begitu saja tapi harus melalui beberapa proses ritual dan pengambilan air ini diperuntukkan pada kepentingan yang khusus.

Disampaikan pula Bokeo Laduma adalah gelar pada orang yang pertama mendirikan sholat jumat di daerah mekongga yang sekarang menjadi Kabupaten Kolaka.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat karena kami dapat memberikan sumbangsi untuk pendirian Ibu Kota Negara Baru. Semoga dengan apa yang kami berikan ini nantinya dapat bermanfaat bagi bangsa dan negara terhusus masyarakat Indonesia,”ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *