BUPATI KOLAKA H. AHMAD SAFEI, SH.,MH MEMBUKA SECARA RESMI BIMBINGAN TEKNIS DAN PENGANGKATAN PETUGAS PENGAWASAN PENATAAN RUANG LINGKUNGAN ( P2TRL )  DI HOTEL SUTAN RAJA KAB.KOLAKA, 24-25 JUNI 2021

Hadir dalam pembukaan Bimtek tersebut Bupati Kolaka,  Asisten II H. Mustajab, SE., MM, Kadis PUPR Arifin Jamal. BD, S.STP., MM, Wakil Ketua DPRD Kolaka, Seluruh Kepala OPD, Seluruh Camat, Para Lurah, serta Peserta Bimtek dan tamu undangan lainnya.

Dalam sambutan Bupati Kolaka, kabupaten Kolaka saat ini terdiri dari 12 Kecamatan, 35 Kelurahan dan 100 Desa, dengan luas wilayah 3.283,59 KM Persegi dan jumlah penduduk sebesar 228, 970 jiwa  ( 2017) dengan sebaran penduduk  70 jiwa/KM persegi. Dari gambaran tersebut dapat kita bayangkan luasnya ruang lingkup pengawasan dari segi penataan ruangnya.

Sebagaimana kita ketahui bersama”Kata Bupati Kolaka”,  penyelengaraan penataan ruang mencakup di dalamnya 4 kegiatan utama yaitu: Pengaturan penataan ruang,  pembinaan penataan ruang, pelaksanaan penataan ruang, dan pengawasan penataan ruang.

4 kegiatan utama penataan ruang ini saling kait berkait, bergerak dinamis menuju kepada tercapainya kondisi ruang yang asri, selaras, seimbang dan berkeadilan agar dapat menunjang pembangunan yang berkesinambungan.

Untuk maksud itu semua kata Bupati Kolaka, para peserta bimtek dan tamu undangan dan hadirin sekalian kita berkumpul di acara ini untuk mengikuti Bimtek pengangkatan Petugas Pengawasan Penataan Ruang Lingkungan (P2TRL) Kab. Kolaka dan yang sementara ini kita selenggarakan hari ini, merupakan salah satu wujud dari pelibatan peran serta masyarakat dalam setiap kegiatan penataan ruang. Oleh karena kegiatan penataan ruang bukan hanya tugas dan tanggung jawab pemerintah semata-mata akan tetapi tugas dan tanggung jawab kita semua.  Olehnya itu saya harapkan kepada seluruh instansi pengelola tata ruang agar berperan aktif dan berpedoman pada regulasi yang sudah ada dalam melaksanakan pengawasan penataan ruang dikabupaten kolaka.

Oleh karena itu para Bimbingan teknis saya berpesan agar betul-betul dapat dijadikan acuan pedoman dalam menyusun rencana yang akan dilaksanakan sehingga produk rencana yang akan kita hasilkan akan berimplikasi sebagai dasar aturan main, dalam kita membangun, dan pentingnya kita konsisten terhadap apa yang telah kita sepakati walaupun demikian di dalam implementasinya di lapangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *