RAPAT PEMBAHASAN PENANGANAN KONFLIK TENURIAL KAWASAN DI TAMAN WISATA ALAM MANGOLO KAB.KOLAKA

Protokol Komunikasi Pimpinan: Kolaka- Pemerintah daerah Kabupaten Kolaka menggelar rapat pembahasan mengenai penanganan konflik tenurial kawasan di Taman Wisata Alam Mangolo di Ruang Rapat SMS Berjaya kantor Bupati Kolaka yang mana rapat tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Kolaka H. Ahmad Safei, SH,. MH, Senin (12/4).

Hadir pada rapat ini Jajaran Forkopimda, Kepala Balai KSDA wilayah Sultra, Kepala SKPD lingkup Pemda Kab. Kolaka, Camat Latambaga, Lurah Mangolo, Kolakasi, Sakuli, dan Ulunggolaka, Polhut, Danposal, Danpom, dari KPH serta peserta rapat lainnya.

Berdasarkan pemaparan yang telah disampaikan oleh Kepala Balai KSDA wilayah Sultra mengatakan, bahwa kondisi saat ini konflik yang terjadi di kawasan Taman Wisata Alam Mangolo ini menunjukkan terjadinya jual beli lahan oleh masyarakat lokal maupun pendatang, adanya klaim tanah adat atau leluhur, serta tidak jelasnya tanda batas lokasi izin perhutanan sosial dilapangan serta hilang atau rusaknya pos batas kawasan sehingga menyebabkan kelompok masyarakat bisa masuk membuka hutan di Taman Wisata Alam Mangolo.

Pada kesempatan ini pula, Bupati Kolaka menyampaikan ,dari apa yang telah disampaikan oleh kepala balai KSDA wilayah Sultra ini terkait dengan kondisi hutan konservasi di wilayah Kab. Kolaka ini, kita berharap bahwa dapat memberikan solusi, kemudian juga kita dapat mengelaminir dan tidak lagi membuat masalah kawasan ini berkembang secara terus menerus. Apabila kita bisa menyelamatkan kondisinya kembali tentunya saya kira ini bisa jadi lebih baik lagi.

Dalam penanganannya kita perlu melakukan sosialisasi kepada masyarakat setempat di 4 kelurahan antara lain Mangolo, Kolakaasi, Sakuli, dan juga Ulunggolaka terkait mengenai masalah kawasan yang ada di Taman Wisata Alam Mangolo, serta perlunya dilakukan teguran maupun penegasan yang jelas sehingga masalah kawasan ini dapat terselesaikan dengan baik. Apabila ini terus menerus dilakukan oleh orang yang sama dari tahun ke tahun maka harus diberikan tindak yang tugas atau efek jera terhadap masalah tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *