KUNJUNGAN KERJA & PUBLIKASI DATA STUNTING (AKSI 7)

Bupati Kolaka H. Ahmad Safei, SH., MH
membuka kegiatan diseminasi aksi 7 konvergensi stunting publikasi data stunting dan penyerahan alat USG kepada Puskesmas Kecamatan Watubangga.

Kegiatan ini dihadiri oleh Dirjen Kesmas Kementerian Kesehatan RI, Kepala Dinas Provinsi Sulawesi Tenggara, Ketua Tim Pengerak PKK Kab. Kolaka, Asisten l, Kadis Kesehatan, Pimpinan PT. Antam Tbk UBPN Sultra, mewakili Kemenag Kolaka, Kepala SKPD, Camat Se Kab. Kolaka, Kepala Kapus Se Kec. Kolaka, yang mana kegiatan ini digelar di Aula Hotel Sutan Raja Kolaka, Senin (22/11/2021).

Mengawali sambutan ibu Dirjen Kesmas Kementerian RI menyampaikan, tujuan kami bersama rombongan kunjungan ke Kab. Kolaka ialah untuk melihat langsung penanganan stunting yang ada di Puskesmas, Rumah Sakit dan juga di Posyandu.

Pada kesempatan ini juga kami akan menyerahkan alat USG secara simbolis kepada Kapus Watubangga dan untuk Kab. Kolaka mendapatkan dua alat USG
sesuai perintah bapak Menteri Kesehatan.

Berdasarkan dari semua tujuan kegiatan dalam rangka stunting kita akan memantau seribu hari kehidupan pertama. Jadi sejak dari bidan dan tenaga kesehatan di Puskesmas menemukan ibu yang sedang hamil maka mulailah saat itu kita pantau dan mengapa USG ini sangat penting karena kita ingin sejak awal kita sudah tahu apakah ada kelainan dengan janin atau tidak.

Ibu Dirjen juga berharap kepada bapak Bupati untuk kolaborasi bersama dengan SKPD terkait penanganan stunting. Tidak bisa hanya dilakukan oleh Dinas Kesehatan sendiri tetapi juga harus dari semua pihak termasuk swasta harus peduli dengan anak bangsa seperti yang sering bapak Presiden katakan. Kita harus mempersiapkan generasi emas indonesia yang sehat, pandai dan mampu bersaing dengan dunia luar di Nasional maupun Internasional itu yang kita harapkan.

Dalam sambutannya Bupati Kolaka menyampaikan, kita sepakat bahwa pencegahan stunting ini sesuatu yang sangat penting bagi generasi
masa depan Indonesia dan terpenting saat ini ibu Dirjen bisa melihat secara langsung keadaan dan kondisi di lapangan apa yang kita sudah lakukan di Kab. Kolaka.

“Alhamdulilah sesuai penilaian ibu kondisi penanganan stunting di Kab. Kolaka sudah masuk tahapan yang ringan, tapi saya ingin sampaikan kepada semua teman-teman di sini bahwa ini adalah tugas prioritas bagi kita semua dan titik utamanya penangan stunting ialah Posyandu tempat terbaik untuk melakukan penangananya,”ujarnya.

Pelayanan posyandu ini akan berjalan dengan baik ketika ada interpensi dari teman Camat, Kapus, Kepala Desa dan Lurah yang menjadi ujung tombak serta berperan aktif agar menjadi perhatian mengenai bahaya stunting.

Bupati Kolaka juga menekankan bahwa untuk terus bangun komunikasi dengan dengan instansi terkait termasuk BUMN yang harus peduli dengan program pemerintah khususnya terkait bidang kesehatan yakni stunting dan bagaimana kita menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari kita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *