FESTIVAL REVITALISASI BAHASA BERBASIS KOMUNITAS

Wakil Bupati Kolaka H. Muh. Jayadin, SE., ME. yang juga selaku Ketua Dewan Adat Mekongga membuka secara resmi acara Festival Revitalisasi Bahasa Berbasis Komunitas yang dilaksanakan di Aula Sasana Praja Pemda Kolaka, Kamis(9/9/2021).

Turut hadir pada acara ini bapak Dani Setiawan dari Pusat Pengembangan dan Perlindungan Bahasa Kemendikbut Ristek, ibu Dr. Hj.Herawati, S.S., M dari Badan Bahasa Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Kepala Kantor Bahasa Prov. Sultra, Kepala OPD terkait, Pemangku Adat, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.

Dalam laporan yang disampaikan ketua panitia, bapak Deni Setiawan proses-proses pembimbingan tunas harapan baru bahasa ibu telah berlangsung selama 4 bulan yang dimulai sejak bulan mei 202. Hingga tahap pementasan hasil yang kami sebut dengan festival revitalisasi bahasa daerah berbasis komunitas.

Kegiatan ini diikuti oleh 60 orang putra dan putri Kabupaten Kolaka dengan tim pembimbing sejumlah 9 orang. Dengan maksud dan tujuan revitalisasi ini untuk membangun generasi pewaris negeri yang siap bersaing ditataran global untuk mengangkat bangsa dilingkup dunia dengan komitmen yang di bangun yaitu mengutamakan bahasa indonesia, melestarikan bahasa daerah, menguasai bahasa asing.

Oleh karena itu, harapan kami semoga putra dan putri sebagai tunas harapan baru bahasa ibu dapat menjadi generasi pewaris yang unggul dalam persaingan di semua tataran.

Sementara itu, Wakil Bupati Kolaka H. Muh. Jayadin, SE., ME menyampaikan, Apresiasi yang tinggi-tingginya dan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang mana kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik.
Dengan kegiatan yang kita laksanakan ini diharapkan dapat terus menjaga keberlangsungan dan menjaga serta melestarikan adat istiadat suatu daerah terkhususnya bahasa tolaki yang berada di bumi mekongga.

“Saya juga berharap agar kegiatan ini dapat menggugah kita dengan berbahasa daerah kedepannya sehingga kita tidak kehilangan identitas sebagai suku tolaki,”harapnya.

Proses pembelajaran dalam rangka revitalisasi merupakan pembelajaran berbahasa daerah dengan cara seni dan teatrikal yang bertujuan sebagai pembiasaan untuk berkomunikasi dengan penggunaan bahasa daerah.

“Mari kita jadikan acara ini sebagai momentum berbahasa daerah dan membiasakan berkomunikasi dengan bahasa daerah.Selamat melaksanakan festival dengan tetap mengikuti protokol kesehatan yang telah ditetapkan,”tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *